Jemu
Terombang
ambing tanpa arah pasti
Tersendat,
terhenti, merenung
Dalam
laut kehidupan yang beku
Mengapa
sang waktu bergulir
Begitu
lambat, begitu cepat
Bertanya-tanya
tentang aktivitas masa ini.
Sekilas
terlintas
Ribuan
jeritan bisu dalam ketakutan
Tangisan
para kelana duka
Di
luar sana
Sejenak
semua menjadi remeh
Namun
ketika realita kembali menyerang
Ketika
mentari pulang ke haribaan-Nya
Terkungkung
penjara kelam serasa abadi
Kembali
terperangkap
Kembali
tersesat
Dalam
pesona kejemuan yang mencekam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar